[vc_row full_width=”stretch_row” bg_type=”bg_color”][vc_column][vc_column_text]

Profesi Hijau? Apa itu?

Isu lingkungan dan kelestarian alam menjadi pembahasan yang menarik. Terlebih, ketika kita berbicara mengenai profesi hijau. Apakah itu ? pekerjaan yang berwarna hijau atau berbagai kegiatan yang memiliki kekhasan warna hijau ?. Tentu saja tidak demikian, profesi hijau memiliki kaitan dekat dengan kelestarian alam dan perawatan lingkungan. Saat ini, pembahasannya semakin kompleks karena berkaitan dengan perekonomian. Menurut International Labour Organization (ILO), green jobs menjadi lambang dari perekonomian dan masyarakat yang lebih berkelanjutan dan mampu melestarikan lingkungan, baik untuk generasi sekarang maupun untuk generasi yang akan datang. Sehingga terdapat berbagai pendukung sebagai profesi hijau dalam upaya pelestarian lingkungan. Perkembangan dari profesi hijau dengan berbagai inovasinya dilatarbelakangi oleh kualitas lingkungan semakin memburuk, termasuk berkurangnya sumber daya alam. Permasalahan itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari isu perekonomian di masa mendatang karena dinamika alam turut mempengaruhi. Profesi hijau dalam merespon berbagai persoalan lingkungan dan pelestarian alam tentunya perlu memiliki wawasan dasar yang cukup sebagai bekal. Wawasan dasar ini sebagai refleksi yang aktif atas kesadaran terhadap berbagai keresahan akibat kerusakan lingkungan yang terjadi. Selain itu, wawasan dasar menjadi penting untuk mengembangkan bagaimana dinamika ke depan dari berbagai profesi hijau dengan konteks persoalan yang beragam. Tulisan ini, ingin memunculkan beberapa pandangan dasar yang dirasa perlu untuk bekal berbagai profesi hijau berkaitan dengan ketahanan alam secara nasional. Setidaknya, terdapat 5 poin pembahasan yang penting. Ini saling berkaitan dan melengkapi sebagai upaya melihat pentingnya wawasan dasar sebagai bekal dalam berbagai dinamika dari profesi hijau.

Melihat Secara Institusional

Ketika diperhadapkan dengan sebuah profesi, tentu saja tidak terlepas dari institusi yang menjadi naungan dari profesi hijau. Profesi hijau dengan berbagai pekerjaannya dalam merespon persoalan lingkungan diharapkan mampu membangun dinamika institusional. Sebagai institusi profesi, terdapat penegasan kembali keberadaannya untuk membantu dalam melestarikan lingkungan dan mendukung berbagai upaya untuk menjaga alam. Kekuatan secara institusi akan mendorong profesi hijau sehingga dapat berdaya dan memiliki kode etik yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan. Secara institusional, profesi hijau dapat dibekali dengan pembagian tugas yang jelas dan terencana. Dalam perkembangan mempersiapkan dan memfasilitasi profesi hijau, kejelasan secara institusional akan memberikan dukung yang baik untuk menunjang dinamika mereka.

Stimulasi dalam Proses Produksi

Setiap profesi dapat dilihat sebagai suatu proses produksi dalam berbagai aspek, termasuk dalam profesi hijau yang memiliki akses dan produksi berkaitan dengan kelestarian lingkungan. Profesi hijau menjadi identik dengan produksi yang ramah lingkungan serta pembangunan yang berkelanjutan. Untuk mendukung dalam wawasan dasarnya, perlu stimulasi dalam proses produksi yang memperhatikan analisis dampak terhadap lingkungan. Proses kerja dari profesi hijau untuk melestarikan alam perlu mendapatkan dukungan berupa stimulasi yang kontekstual. Stimulasi produksi dapat berupa peralatan kerja yang mendukung proses kerja hingga dukungan secara moral untuk membentuk sumber daya manusia yang kompeten. Produksi dalam kaitan profesi hijau memang masih memerlukan banyak stimulasi. Hal ini karena keberadaannya kadang bertentangan dengan proses konsumsi sumber daya alam. Proses produksi yang membantu kelangsungan hidup alam beserta berbagai potensinya akan terbantu dengan stimulus yang memberdayakan. Wawasan dasar seperti ini menjadi penting, tetapi jangan sampai menjadikan ketergantungan pada stimulasi dalam proses produksi yang dilakukan oleh profesi hijau. Stimulasi untuk memantik semangat, selebihnya perkembangan dan inovasi menjadi bagian dari proses produksi itu sendiri.

Dukungan Preservasi

Untuk mendukung wawasan dalam pengembangan berbagai bentuk profesi hijau, dukungan secara preservasi juga perlu. Ini nantinya akan memberikan gambaran rekam jejak untuk belajar dari berbagai pengalaman yang sudah dijalani. Wawasan untuk dokumentasi dapat menjadikan berbagai kegiatan profesi hijau untuk belajar dari dan melalui konteks lain. Keberagaman sudut pandangan untuk melihat dengan berbagai kekhasannya menjadikan profesi hijau akan diperkaya dengan berbagai pemahaman yang baru berkaitan dengan dinamika kelestarian lingkungan hidup beserta potensi alam.

Jaringan Distribusi Internasional

Berdinamika dengan lingkungan dan alam tentu tidak bisa dilepaskan dalam konteks wilayah yang terbatas. Hal ini karena bumi yang ditinggali itu satu dan saling memberikan berbagai implikasi meskipun hanya sedikit. Keterkaitan profesi hijau dengan berbagai hal yang berkaitan dengan kesatuan bumi memiliki undangan untuk membentuk jaringan secara lebih luas. Tentu tidak hanya untuk membangun relasi, tetapi untuk memperkuat apa yang menjadi kewajiban bersama dari setiap profesi hijau. Semua yang dibangun secara langsung, tentunya akan memiliki kekuatan emosional. Ini menjadikan dasar dalam pengembangan wawasan bahwa jaringan distribusi pengenalan serta wawasan mengenai profesi hijau perlu dilakukan secara global. Kesadaran ini akan mendorong untuk memperbaiki setiap konteks dalam kehidupan bersama berkaitan dengan isu lingkungan hidup beserta pemanfaatan alam. Wawasan untuk membangun jaringan dapat dibentuk dengan pendampingan secara konsisten dan dievaluasi dengan kinerja dari profesi hijau.

Melihat dalam Upaya Pemajuan Lingkungan

Profesi hijau memberikan berbagai dampak yang baik untuk kelestarian lingkungan. Pertanyaannya, bagaimana dengan upaya pemajuan lingkungan sesuai dengan konteks dan tuntutan dari perkembangan kehidupan ? apa peran dan kontribusi dari profesi hijau dalam kaitannya berbagai analisis dampak lingkungan ? apakah kebijakan dari profesi hijau juga bisa mempengaruhi tata ruang terbuka hijau di perkotaan ?. Pertanyaan retoris itu dapat dilihat dalam upaya bagaimana pemberdayaan profesi hijau dilakukan dengan berbagai wawasan dasar yang terus disesuaikan dengan keadaan dan perkembangan lingkungan hidup.

Artikel ini telah tayang di www.kompasiana.com dengan judul “Pentingnya Wawasan Profesi Hijau dalam Menumbuhkan Ketahanan Alam Nasional”.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row css=”.vc_custom_1606718300659{padding-top: 0px !important;padding-right: 20px !important;padding-bottom: 0px !important;padding-left: 20px !important;background-color: rgba(238,238,34,0.76) !important;*background-color: rgb(238,238,34) !important;border-radius: 10px !important;}”][vc_column][vc_column_text]DISCLAIMER
Tulisan ini merupakan salah satu pemenang dari “Lomba Menulis Populer Profesi Hijau Indonesia” yang diselenggarakan oleh Bastra ID dengan menjalin kolaborasi bersama Coaction Indonesia.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Register