Ilustrasi orang tua yang mengajak anak-anaknya belajar di alam terbuka/Freepik

Ketika seorang anak ditanya apakah cita-citanya, jawaban yang paling sering kita temui mungkin seperti menjadi pilot, youtuber, guru, dan dokter. Seluruh pekerjaan tersebut berpotensi menjadi green jobs jika prinsip dalam green jobs terpenuhi. 

Baca juga: Perkembangan Green Jobs di Dunia Internasional

KOAKSI INDONESIA – Prinsip dalam green jobs menurut Bowen dkk dalam CEPS In-Depth Analysis (2023) adalah sebuah transisi penciptaan lapangan kerja yang lebih ramah lingkungan. Penciptaan lapangan kerja yang menaruh perhatian pada transisi lebih ramah lingkungan bisa dimulai dari keluarga, terutama oleh orang tua sebagai pembimbing awal anak di masa tumbuh kembangnya.

Peran orang tua untuk masa depan green jobs adalah memperkenalkan prinsip sebuah pekerjaan yang bisa dikategorikan green jobs. Saat anak memasuki masa belajar, orang tua berperan sebagai motivator, role model, fasilitator, mediator, supervisor, mitra, dan evaluator (Hasbi dkk, 2021)

Orang tua bisa memperkenalkan green jobs melalui peran tadi. Jika seorang anak ingin menjadi guru, orang tua bisa menjelaskan pada anak bagaimana seorang guru yang memegang nilai green jobs. Sebagai contoh menjadi guru yang peduli pada lingkungan dengan mengajak muridnya ikut menanam pohon atau menanamkan nilai-nilai penting kelestarian lingkungan.

Anak dan cita-citanya mungkin tidak bisa dikendalikan oleh orang tua. Di satu sisi, pilihan anak merupakan kebebasan mereka dalam menentukan masa depan. Di sisi lain, keselamatan bumi di kemudian hari akan menjadi tanggung jawab mereka pada akhirnya. Kesadaran akan pentingnya keselamatan lingkungan seharusnya menjadi perhatian orang tua dalam mendidik dan mempersiapkan anak untuk masa depan yang lebih baik, baik secara ekonomi maupun hidup dalam lingkungan yang sehat.

Jika masih banyak orang yang asing dengan pemasangan panel surya di rumah-rumah sebagai upaya menggunakan energi lebih bersih dan berkelanjutan mungkin bisa menjadi indikasi bahwa green jobs itu sendiri jauh lebih asing. Anak tentu masih belum memahami dan mengerti betapa pentingnya green jobs di masa depan.

Kenyataan saat ini bahwa masyarakat Jakarta, misalnya, hidup dalam polusi setiap hari seharusnya menyadarkan semua orang bahwa kelestarian lingkungan menjadi urgensi. Kesadaran itu juga harus, mau tidak mau, diemban oleh orang tua dalam mempersiapkan masa depan anak. Kehidupan anak yang lebih baik tidak hanya datang dari seberapa banyak uang yang bisa mereka raih, tetapi juga lingkungan yang bersih.

Meningkatkan minat dan ketertarikan anak terhadap green jobs tentu membutuhkan peran orang tua sebagai motivator dan fasilitator. Menurut The Parent Institute (2005), salah satu upaya untuk memotivasi anak dengan berkomunikasi yang baik. Coba untuk berbicara dan biarkan anak terbuka dengan minat ketertarikannya. Dalam berkomunikasi, kaitkan minat anak dengan green jobs. Langkah awal yang perlu dilakukan tentu dengan memperkenalkan green jobs pada anak sejak dini.

Baca juga: Green Jobs: Peluang Kekinian Demi Sekepal Asa Kemakmuran Masa Depan

Memperkenalkan Green Jobs Sejak Dini

Dengan kesadaran tersebut, orang tua bertanggung jawab untuk memperkenalkan anak pada masa depan dan cita-cita yang jauh berbeda dari yang dipikirkan anak. Menanamkan green jobs sebagai pekerjaan potensial tidak hanya untuk alam tetapi untuk kesejahteraan diri sendiri merupakan upaya orang tua untuk kebaikan anak nantinya.

Memperkenalkan bahwa green jobs eksis dan bisa menjadi pilihan masa depan yang menarik buat anak karena green jobs lekat dengan kreativitas dan pekerjaan inovatif bisa menjadi daya tarik bagi anak. Misalnya jika anak tertarik menjadi pelukis, prinsip ramah lingkungan bisa diterapkan. Menggunakan kuas, kanvas, dan cat yang berasal dari hasil olah limbah merupakan salah satu contoh upaya green jobs oleh seorang pelukis. 

Orang tua juga bisa menggunakan berbagai metode dan cara lain. Misalnya, mengajak anak berinteraksi dengan alam. Melakukan rekreasi ke hutan, gunung, pantai, taman, dan lainnya. Kemudian, menjelaskan peran alam yang sangat penting. Tanpa alam yang lestari, manusia tidak bisa hidup dengan nyaman saat ini.

Jika anak menyukai sesuatu yang terkait dengan teknologi, perkenalkan anak dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, anak tertarik pada komputer, beritahu anak bahwa ada banyak aplikasi yang mendukung kelestarian lingkungan. Jika anak tertarik pada buku, ajari anak bahwa banyak penulis yang peduli pada lingkungan.

Memperkenalkan anak pada green jobs mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Namun, bukan berarti tidak bisa dilakukan. Anak dalam masa tumbuh kembang cenderung bisa menerima informasi lebih baik dari lingkungannya. 

Jika orang tua bisa menciptakan lingkungan yang menarik bagi anak untuk green jobs, anak akan tertarik pada bidang pekerjaan tersebut. Di sini orang tua bisa berperan sebagai role model dengan menerapkan green energy di rumah seperti pemasangan panel surya, food waste management yang baik, dan pengolahan limbah agar menjadi barang baru yang memiliki nilai tambah yang bermanfaat. 

Dengan demikian pada masa tumbuh kembangnya, anak berada dalam lingkungan yang sudah akrab dengan green jobs sejak dini. Karakter anak terbentuk dari lingkungan mereka tinggal. Jika orang tua membentuk lingkungan yang menerapkan green jobs, kemungkinan besar anak memiliki ketertarikan terhadap green jobs.

Jika anak sudah dewasa dan siap memasuki dunia kerja, orang tua bisa melibatkan mereka dalam dunia green jobs. Misalnya, dengan melakukan kunjungan ke tempat kerja yang menerapkan konsep renewable energy. Selain itu, orang tua dapat melibatkan anak pada proyek energi hijau yang bisa dilakukan di rumah, seperti pemasangan panel surya.

Green Jobs Menjadi Cita-cita Baru Anak

Ketika kita melihat bahwa pekerjaan-pekerjaan dalam green jobs sama dengan pekerjaan lain, pekerjaan ini bisa menjadi cita-cita baru bagi anak. Untuk mencapai tahap ini, bisa jadi membutuhkan waktu yang lama. Namun, apabila tidak dimulai sekarang, mau kapan lagi?

Sebuah perubahan besar dimulai dari langkah-langkah kecil. Keluarga sebagai bagian terkecil masyarakat dapat menjadi pelopor gerakan perubahan ini. Menjadikan green jobs sebagai pekerjaan penting dimulai dari cita-cita anak. Semakin banyak keluarga yang melakukan gerakan ini semakin mendekati terwujudnya masyarakat yang sadar green jobs

Baca juga: Koaksi Indonesia Bervakansi bersama Kawula Muda untuk Mendukung Green Jobs

DISCLAIMER
Semua artikel dan opini yang dipublikasikan pada Blog #GoGreenJobs menjadi tanggung jawab dari masing-masing penulis. Koaksi Indonesia membantu mengedit bahasa dan penulisan setiap artikel dan opini yang masuk ke redaksi agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Koaksi Indonesia tidak bertanggung jawab jika terdapat plagiarisme, kesalahan data dan fakta, serta kekeliruan dalam penulisan nama, gelar atau jabatan yang terdapat di dalam artikel dan opini.

Register